Jakarta, CNN Indonesia

Maersk, perusahaan logistik terintegrasi asal Denmark, buka suara terkait tragedi runtuhnya Jembatan Baltimore pada Selasa (26/3).

“Kami sangat terkejut dengan apa yang terjadi di Baltimore, dan pikiran kami bersama semua yang terkena dampak”, ungkap manajemen Maersk¬†dalam keterangan yang dikutip Reuters, Rabu (27/3).Ungkap perusahaan itu.

Selanjutnya, Maersk berjanji akan terus memantau penyelidikan terkait tragedi ini dan memberikan informasi terkini kepada pelanggan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kami sedang memantau dengan cermat penyelidikan yang dilakukan oleh otoritas dan Synergy, dan kami akan melakukan yang terbaik untuk menjaga pelanggan kami tetap terinformasi,” tutupnya.

Kapal kontainer Dali menabrak Jembatan Baltimore di Kota Baltimore, AS pada Selasa kemarin. Berdasarkan laporan The Washington Post, tragedi ini dilaporkan menelan 6 nyawa.

Data London Stock Exchange Group (LSG) menunjukkan kapal tersebut dimiliki oleh Grace Ocean Pte dari Singapura yang dikelola oleh Synergy Marine Group.

Meski begitu, dilansir Reuters, saat kejadian kapal tersebut sedang disewa oleh Maersk yang merupakan perusahaan pengiriman barang.

Kapal tersebut diselidiki sedang membawa muatan pelanggan Maersk. Meski begini, tidak ada kru atau personel perusahaan yang berada di kapal tersebut.

Berdasarkan pantauan situs web Maersk, Dali direncanakan akan berangkat dari Baltimore awal Selasa dan tiba di Colombo pada 22 April.

Usai tragedi ini saham Maersk turun 3,2 persen.

[Gambas:Video CNN]

(num/sfr)






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *