Jakarta, CNN Indonesia

PT Pertamina Patra Niaga (Persero) menyatakan bahwa saat ini relatif tidak ada ketergantungan dengan bahan bakar minyak (BBM) dari Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan seiring munculnya kekhawatiran akan gangguan suplai atau ketersediaan BBM menyusul meningkatnya konflik di Timur Tengah.

“Saat ini relatif tidak ada ketergantungan BBM dari Timur Tengah,” ujar Manager Media & Stakeholder Management Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari melalui keterangan resmi, Jumat (19/4).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan suplai BBM terus dijaga di level 20 hari dan telah diamankan dari produksi kilang dan kargo dari kawasan Asia.

“Pertamina Patra Niaga me-manage stok BBM di level yang optimum untuk mengantisipasi potensi disrupsi suplai,” sambungnya.

Heppy juga menegaskan komitmen Pertamina untuk menjaga pasokan BBM dan LPG nasional. Pertamina juga berkomitmen untuk menyalurkan LPG dan BBM sesuai kebutuhan masyarakat guna mendukung kegiatan ekonomi dan konsumsi dalam negeri.

Terkait pelemahan nilai tukar rupiah, Heppy mengatakan Pertamina bakal meredam risiko kenaikan biaya dengan beberapa mitigas seperti hedging nilai valas, efisiensi biaya distribusi, serta mencari sumber LPG dan BBM yang paling optimum.

“Pertamina Patra Niaga terus memonitor situasi yang berkembang dan mempengaruhi harga minyak dunia dan komponen produksi BBM dalam negeri,” kata dia.

“Dinamika harga yang fluktuatif ini telah dimitigasi agar tidak mengganggu operasional perusahaan,” sambung Heppy.

Lebih lanjut, ia juga menyebut Pertamina berkomitmen mendukung kebijakan dan upaya pemerintah menjaga perekonomian nasional lebih stabil dan kondusif.

(del/pta)







Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *